Trust
Rabu
9 Mei 2017, Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Kami
berkesempatan berdisukusi bersama dengan Bapak Wakil Rektor III Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin. Pada kesempatan ini kami
membahas tentang kolaborasi Rumah Kepemimpinan dengan pihak Universitas
Hasanuddin dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan.
Trust adalah
sebuah kata yang menjadi saran dari ayahanda Wakil Rektor III Bidang
Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasauddin. Satu kata yang harus dijaga dan
dibangun untuk mewujudkan mimpi besar, mimpi bersama untuk membangun Indonesia
yang lebih baik. Indoensia adalah negara
yang besar, negara yang tidak akan bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi
oleh orang orang yang memiliki kepedulian dan saling berkolaborasi untuk
meweujudkan Indonesia yang lebih baik. “Kolaborasi” tidak akan terbentuk tanpa
adanya kepercayaan atau “trust” sehingga bagi seorang pemimpin makna “trust”
jauh lebih berharga dibandingkan harta dunia. Dalam Al-Qur’an surah Al anfal ayat 27 yang artinya ““Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu
mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.”
Terkadang orang orang yang memiliki iman dan ilmu yang kurang, rela
mengorbankan hal berharga tersebut demi harta duni tetapi akankah mereka
mengetahui bahwa ketika trust berupa amanah yang diberikan kepada kita tetapi
amanah itu kita lalaikan maka tunggulah kehancuran bagimu. Hal itu sejalan
dengan hadis Rasulullah yaitu “Jika amanat
diabaikan maka tunggulah kehancurannya.” (H.R
Bukhari). Hal tersebutlah yang mencadi pesan pokok kepada kami dalam diskusi
hari itu. Bahkan ada satu kalimat yang dilontarkan oleh bapak WR III yang
mengatakan bahwa beliau tidak pernah bermimpi menjadi seorang WR III tetapi
dengan kepercayaan yang dia bangun sejak kecil, banyak yang percaya kepada
beliau sehingga dapat mengantarkannya hingga pada titik saat ini.
Dalam diskusi ini, selain membahas tentang
kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dengan pihak Universitas Hasanuddin juga
membahas tentang keadaan pergerakan Mahasiswa di Universitas Hasanuddin
terutama tentang BEM Universitas. “Dari sekian banyak kesuksesan mantan Wakil
rektor III bidang kemahasiswaan dan Alumni bapak Dr.Ir. H. Nasaruddin Salam MT,
ada satu hal yang belum bisa diwujudkan oleh beliau yaitu melahirkan sosok
pemimpin bagi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (BEM UNIVERSITAS)” ujar Wakil
Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni bapak Dr.Ir.Abd.Rasyid Jalil, M.Si. Beliau berharap
25 Mahasiswa UNHAS yang tergabung dalam Rumah Kepemimpinan dapat berperan dalam
mewujudkan salah satu cita-cita terbesar Universitas Hasanuddin. Karena miris
melihat Universitas sebasar UNHAS yang masuk 10 PTN terbaik di Indonesia tidak
memiliki pemimpin mahasiswa di tingkat Universitas, sehingga dalam event event
kemahasiswaan seperti yang diselenggarakan oleh BEM Nusantara dan BEM Seluruh
Indonesia, Universitas Hasanuddin tidak ada didalamnya sebab tidak ada yang
dapat dikirim untuk mewakili Universitas dalam kegiatan tersebut.
MIMPI YANG BESAR TIDAK DAPAT TERWUJUD JIKA HANYA BERJUANG SENDIRIAN
PERLU KOLABORASI DARI SEMUA ASPEK. “Kini bukan jamannya mengubah jaman sendirian.
Kita perlu bersama-sama, kita perlu berkolaborasi. Kolaborasi itu ibarat kunci
pintu rumah yang bernama INDONESIA EMAS”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar