Kamis, 11 Mei 2017

Membangun Keprcayaan

Trust

Rabu 9 Mei 2017, Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin, Kami berkesempatan berdisukusi bersama dengan Bapak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasanuddin. Pada kesempatan ini kami membahas tentang kolaborasi Rumah Kepemimpinan dengan pihak Universitas Hasanuddin dalam mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

Trust adalah sebuah kata yang menjadi saran dari ayahanda Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Hasauddin. Satu kata yang harus dijaga dan dibangun untuk mewujudkan mimpi besar, mimpi bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik.  Indoensia adalah negara yang besar, negara yang tidak akan bisa dibangun oleh satu orang saja, tetapi oleh orang orang yang memiliki kepedulian dan saling berkolaborasi untuk meweujudkan Indonesia yang lebih baik. “Kolaborasi” tidak akan terbentuk tanpa adanya kepercayaan atau “trust” sehingga bagi seorang pemimpin makna “trust” jauh lebih berharga dibandingkan harta dunia. Dalam Al-Qur’an  surah Al anfal ayat 27 yang artinya  ““Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.” Terkadang orang orang yang memiliki iman dan ilmu yang kurang, rela mengorbankan hal berharga tersebut demi harta duni tetapi akankah mereka mengetahui bahwa ketika trust berupa amanah yang diberikan kepada kita tetapi amanah itu kita lalaikan maka tunggulah kehancuran bagimu. Hal itu sejalan dengan hadis Rasulullah yaitu “Jika amanat diabaikan maka tunggulah kehancurannya.” (H.R Bukhari). Hal tersebutlah yang mencadi pesan pokok kepada kami dalam diskusi hari itu. Bahkan ada satu kalimat yang dilontarkan oleh bapak WR III yang mengatakan bahwa beliau tidak pernah bermimpi menjadi seorang WR III tetapi dengan kepercayaan yang dia bangun sejak kecil, banyak yang percaya kepada beliau sehingga dapat mengantarkannya hingga pada titik saat ini.

Dalam diskusi ini, selain membahas tentang kolaborasi antara Rumah Kepemimpinan dengan pihak Universitas Hasanuddin juga membahas tentang keadaan pergerakan Mahasiswa di Universitas Hasanuddin terutama tentang BEM Universitas. “Dari sekian banyak kesuksesan mantan Wakil rektor III bidang kemahasiswaan dan Alumni bapak Dr.Ir. H. Nasaruddin Salam MT, ada satu hal yang belum bisa diwujudkan oleh beliau yaitu melahirkan sosok pemimpin bagi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (BEM UNIVERSITAS)” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni bapak Dr.Ir.Abd.Rasyid Jalil, M.Si. Beliau berharap 25 Mahasiswa UNHAS yang tergabung dalam Rumah Kepemimpinan dapat berperan dalam mewujudkan salah satu cita-cita terbesar Universitas Hasanuddin. Karena miris melihat Universitas sebasar UNHAS yang masuk 10 PTN terbaik di Indonesia tidak memiliki pemimpin mahasiswa di tingkat Universitas, sehingga dalam event event kemahasiswaan seperti yang diselenggarakan oleh BEM Nusantara dan BEM Seluruh Indonesia, Universitas Hasanuddin tidak ada didalamnya sebab tidak ada yang dapat dikirim untuk mewakili Universitas dalam kegiatan tersebut.

MIMPI YANG BESAR TIDAK  DAPAT TERWUJUD JIKA HANYA BERJUANG SENDIRIAN PERLU KOLABORASI DARI SEMUA ASPEK. “Kini bukan jamannya mengubah jaman sendirian. Kita perlu bersama-sama, kita perlu berkolaborasi. Kolaborasi itu ibarat kunci pintu rumah yang bernama  INDONESIA EMAS”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar